Atasi Masalah dengan Emosi adalah Solusi!



Ya, Kan?!!!

Gambar google.com
Gambar google.com


bisabaik.com – Masalah seringkali menjadi batu sandungan dari pelbagai jalan dalam mencapai sebuah harapan. Seperti jalan makadaman, masalah seakan ada di saat apa saja dan di mana-mana. Bahkan ketika ekspektasi sudah terlanjur tinggi untuk segera didapat, masalah hadir sebagai gronjalan paling menghambat. Pokoknya meresahkan dan menjengkelkan!

Luap-luap amarah sudah tidak jarang menjadi sikap paling ambisi dalam menghadapi situasi. Bukannya apa, "emosi" memang sebuah muruah dalam tiap diri manusia. Hingga saat kepepet pun, marahnya bisa saja sampai tanpa ampun. Pokoknya kalau sudah emosian, orang jadi susah berpikir realistis. Apapun yang terjadi, yang penting tunjukin dulu kalau dirinya sedang mangkel

Ya, begitulah yang sering kita jumpai; mungkin juga dalam diri sendiri. Perasaan yang lahir dari kejadian-kejadian di luar perkiraan dan harapan. Akhirnya, menyisakan penyesalan di ujung episode drama emosian. Setelah bertele-tele mengajukan argumen ketidakterimaan, kemudian berhenti dan terdiam pada kesadaran.

Memang keberadaan masalah pada jalan hidup tiap manusia tidak dapat didebat. Sepadan dengan sebuah emosi pada diri seseorang yang tidak dapat diganggu gugat. Semua menjadi kenyataan yang mesti diterima dan disikapi dengan bijaksana. Bukan sekadar membabi buta dan berbicara yang cerdas, tanpa cerdas dalam berbicara.

Tetapi dalam kenyataannya, masalah memang datang bukan hanya untuk menjengkelkan. Sebab dalam proses melaluinya, terdapat berbagai macam pelajaran yang bisa menjadi evaluasi dalam mengembangkan potensi diri. Begitu pun soal emosi yang dapat diklasifikasi dengan emosi negatif dan emosi positif, di mana keduanya menjadi kebutuhan pokok dalam tahap memahami apa yang telah terjadi.

Sehingga penanganan paling jitu dalam situasi marah, sedih, hingga kecewa adalah kecerdasan emosi. Apalagi dalam menghadapi masalah. Sebuah ketepatan langkah untuk meregulasi sikap agar memerhatikan kenyataan dengan baik.

Emosi negatif yang sering timbul akibat masalah adalah spontanitas diri dalam beradaptasi. Dan sebetulnya itu bukan berarti menjadi masalah baru ketika kita mumpuni dalam memahaminya. Sebab jika keberadaan emosi negatif yang dikesampingkan oleh melulunya pelarian kepada emosi positif, bakal terjadi kepura-puraan dalam menjalani kehidupan. Masyhur dikenal sebagai toxic positivity dalam dunia terkini.

Akan tetapi, meski keberadaan emosi negatif tidak senaif untuk ditinggal lari. Pun "sedang tidak baik-baik saja" layak untuk menjadi sebuah ekspresi. Dan memang emosi yang hadir dalam diri bukan hanya sebagai perasaan, tetapi juga sebagai pengalaman. Bukan berarti seketika mewajarkan emosian dalam menghadapi kejadian. Khususnya "masalah".

Kita ini sama sebenarnya, patut marah dan kecewa dalam menghadapi masalah. Tapi, ya, yang cerdas aja dalam mengelolanya. Terlalu larut dalam emosi negatif juga bisa-bisa menjadi kenyamanan tersendiri sehingga meninggalkan emosi positif. Juga sebaliknya. Pokoknya solusi masalah kali ini berlibet pada emosi— yang tepat. Gitu ya, Mad!

1 komentar untuk "Atasi Masalah dengan Emosi adalah Solusi!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel