Refleksi Hari Pendidikan: Milenial Membangun Literasi

Oleh: Kristin Afriani Yudowati

gambar google.com

Kemampuan berliterasi adalah suatu hal fundamental yang harus dimiliki oleh para pemuda milenial dalam menghadapi masalah yang ada di era digital. Dimana pemuda milenial diharapkan agar memiliki kepribadian yang unggul dan mampu memahami dengan cepat pengetahuan teknologi yang sedang pesat berkembang.

Akan tetapi pada kenyataannya, menumbuhkan kebiasaan berliterasi bukanlah sebuah perkara yang mudah bagi pemuda milenial. Sebab seorang milenial harus mampu membiasakan diri pada kondisi-kondisi yang serba instan dan cenderung membosankan. Sehingga pada kondisi demikian, peran seorang pemuda milenial dituntut agar mampu memberikan ide dan gagasannya yang inovatif dalam membangun literasi yang menarik, apalagi bagi dunia para milenial secara menyeluruh. 

Ide dan gagasan yang mesti disumbangsihkan oleh para milenial setidaknya harus jelas dan lugas. Dapat tersusun dengan baik agar dalam proses mewujudkannya dapat digalakkan secara masif. Sehingga dapat tercipta langkah-langkah yang bersifat rekomendasif, tidak menjadi acuan mutlak tetapi dapat divariasikan sesuai dengan kebebasan dan kreasi milenial itu sendiri.

Langkah-langkah tersebut sekiranya meliputi:
  1. Para pemuda milenial mesti mencintai serta memotivasi untuk membangun semangat berliterasi. Cinta disini dapat diartikan sebagi suatu hal yang dapat menumbuhkan hasrat serta semangat kontinuitas dalam berliterasi. Sebab apabila seseorang sudah mencintai sesuatu maka ia akan senantiasa semangat dalam menjalin temu.
  2. Para pemuda milenial harus bisa mencari lingkungan yang supported, lingkungan yang dapat menerima dan mendukung lahirnya sebuah komitmen dalam membangun kebiasaan berliterasi, baik secara koordinatif maupun kompetitif. Sehingga peran pemuda milenial tidak hanya mengenalkan literasi yang terdapat pada wawasannya, akan tetapi juga mengenalkan media yang berkembang saat ini sebagai faktor pendukung serta mampu memotivasi sekitar agar selalu semangat dalam mengembangkan sebuah tempat-tempat literasi, tempat yang nantinya dapat berguna di lingkungan khususnya kalangan masyarakat.
  3. Para pemuda milenial harus menentukan target kedepan beserta alasan yang jelas tentang kebutuhan dalam melakukan literasi atau mempelajari tentang ilmu pengetahuan terkait. Meski dalam persoalan ini, kebanyakan dari milenial sering dihadapkan pada kondisi masih belum dapat menemukan arti dari membaca dan belum ada kessadaran secara mendalam tentang keinginan membaca dan menyelesaikan satupun sebuah karya literasi yang kelak bisa bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain. Sehingga begitu penting peran pemuda milenial dalam mengampanyekan urgensi literasi bagi kehidupan, terutama pada era milenial saat ini.

Langkah-langkah tersebut dapat dimaksimalkan ketika berada pada kondisi yang tepat. Salah satunya ialah kondisi literasi yang ada pada masyarakat Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan minat baca. Pada kenyataannya, kondisi minat baca masih ternilai cukup lemah. Apalagi pada daerah pedesaan yang notabene masih tertinggal akan pengetahuan ilmu teknologi yang semakin berkembang. 

Bahkan ketika kita koreksi bersama, apresiasi masyarakat untuk menumbuhkan cinta teehadap literasi masih belum tumbuh. Pun belum memiliki kepercayaan diri terkait wawasan yang dimilikinya. Oleh sebab itu, peran pemuda milenial mesti dioptimalkan agar bisa digunakan untuk mengembangkan wawasan.

 Dengan ilmu seseorang tidak perlu memiliki uang dan harta, karena dengan ilmu harta sendiri akan mengikutinya dari belakang. Sebaliknya, orang yang berilmu juga tidak perlu mamaksa orang lain untuk hormat, karena orang berilmu akan otomatis dihormati orang lain.

Sebagai generasi muda milenial sudah sepatutnya untuk memahami betapa sangat pentingnya literasi pada era saat ini. Dimana teknologi yang semakin berkembang maju serta persaingan yang semakin pesat. Dengan adanya hal tersebut peran pemuda milenial yang memiliki wawasan yang luas dalam aspek-aspek perkembangan teknologi harus bisa meningkatkan kualitasnya sehingga mampu mewujudkan perubahan di lingkungan masyarakat.

Tidak ada komentar untuk "Refleksi Hari Pendidikan: Milenial Membangun Literasi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel