Kiat Ngopi dengan Sederhana ala Bulan Juni

Aku ingin ngopi dengan sederhana;

Dengan seduh yang tak sempat ditakar sepi kepada waktu yang menjadikannya sendu.


bisabaik.com — Bulan Juni merupakan bulan perayaan bagi para pengikut indie di negeri sentosa ini. Pasalnya, dari sehimpun puisi Hujan Bulan Juni yang ditulis oleh Pak Sapardi Joko Damono telah mampu membuat kegandrungan tersendiri bagi Indiewan-Indiewati. Berangkat sebagai buku yang berisi sehimpun puisi, Hujan Bulan Juni kini telah menjelma menjadi film yang menarik dan tak jarang menjadi bagian dari musik-musik yang asik untuk didengar. Salah satunya terdapat pada musik yang diprakarsai oleh Jason Ranti, Lagunya Begini Nadanya Begitu.

Musik yang sempat mencuat ke jagad sosial media beberapa pekan terakhir itu memberikan kegelitikan tersendiri. Pasalnya, lirik yang dikutip adalah "O... Pak Sapardi, aku ingin ngopi dengan sederhana di bulan Juni" memberikan tanda tanya bagi siapa saja yang mendengarkannya, sehingga muncul banyak penafsiran dari bagaimana sebenarnya ngopi dengan sederhana itu. 

Berikut Tim Bisabaik telah merangkum hasil meneliti dan memperhatikan cara-cara sederhana para peminum kopi dalam meneguknya. Ada lima urutan yang bisa dijadikan referensi dalam menikmati kopi untuk menghiasi bulan Juni kita. Tetap membaca dan ngopi~

Urutan kelima diisi oleh penikmat kopi garis jomblo yang setiap malam minggunya keluar ngopi dengan karib jomblonya. Di sisi lain, Sabtu malam adalah kasmaran bagi mereka yang menikmati kebucinan, penikmat kopi garis jomblo tampil dengan berbeda. Nongkrong dengan santai, di sudut kota yang sejuk dan angkringan tepi jalan menjadikan nikmat tersendiri dalam meneguk kopi dengan sederhana bareng kawan-kawan senasib. Topik utama biasanya menerka rahasia jodoh yang tak kunjung tersibak. Naseeeb~

Peringkat keempat diisi oleh penikmat kopi garis diskusi. Penikmat kopi yang mayoritasnya adalah pemuda-pemuda dengan gelora ingin tahu yang luar biasa ini jadi salah satu punggawa penikmat tegukan kopi dengan sederhana. Mulai dari tepi jalan hingga di tepi kali tak mengubah kesahihan nikmat kopi sebagai teman diskusi. Seduhan hangat yang tersaji membuat pembahasan seperti apapun menjadi lebih hangat dan menarik. Pokoknya kalau diskusi, kawan terbaik adalah kopi!

Menduduki posisi ketiga adalah mereka yang meneguk kopi dengan mengisap tembakau apa adanya. Minum kopi sambil merokok adalah jalan ngopi paling afdal bagi sebagian orang. Kepul asap yang dihirup dalam-dalam dan dikeluarkan secara perlahan membuat suasana ngopi makin nikmat meski berada di warung kopi tanpa wifi. Apalagi di saat selesai beraktivitas yang melelahkan, ngopi dan merokok jadi penyudah hari secara indah.

Ranking kedua ditempati oleh para pembaca, terlebih para penulis yang sedang menulis sebuah tulisan —gitulah pokoknya. Para penulis di sini ialah siapapun yang sedang menulis, baik artikel, tugas, buku, maupun skripsi. Bagi beberapa penulis, kopi bukan sekadar menjadi seduhan hangat yang tersaji, tapi juga sebagai sumber dari inspirasi. Maka tak heran jika banyak penulis yang mampu mengakhiri tulisannya di warung kopi dengan saksama. Ngopi cari inspirasi, bre~


Dan telah sampai kita di ujung atas klasemen penikmat kopi. Puncak kenikmatan yang hakiki. Akan ditempati siapa atau situasi seperti apa kah? Degdeg Degdeg~

Teguk dulu kopi Anda. Ternyata ngopi yang paling nikmat pada akhirnya ialah mereka yang meminum kopi dengan paling sederhana; meneguk dengan perlahan-lahan dan tak lupa disudahi dengan ungkapan "Ahhh". Nikmat sekali, bukan?

Berbincang ngopi dengan sederhana membuat suasana jadi tak terasa. Tahu-tahu sudah habis saja kopi di atas meja. Sudah, cukup sekian dulu perihal perkopian. Selebihnya mari ngopi dengan sederhana di bulan Juni.

Salam Sruput!

Tidak ada komentar untuk "Kiat Ngopi dengan Sederhana ala Bulan Juni"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel