Penderitaan dan Makna Hidup: Dari Buku Man’s Search For Meaning

 

Dia yang punya alasan ‘mengapa’ untuk hidup, akan mampu menanggung segala bentuk ‘bagaimana’ cara bertahan hidup. -Nietzche



bisabaik.com – Buku yang berujudul Man’s Seach For Meaning pada awalnya diterbitkan dalam Bahasa Jerman pada tahun 1946, judul tersebut adalah judul terbaru dari versi Bahasa Inggris yang terbit di tahun 1959. Penulisnya, Viktor Frankl, adalah seorang psikiater dan neurolog terkemuka di Eropa. Buku ini sebagian memuat bagaimana pengalamannya di kamp konsentrasi Jerman dan sebagian lagi menjelaskan teorinya mengenai Logoterapi. Akan tetapi tujuan ditulisnya buku tersebut bukan semata untuk memperlihatkan kejamnya manusia yang membunuh sekitar 1,5 juta manusia lain. Namun pengalaman yang dahsyat tersebut memberikan hikmah dan pelajaran bagi siapa yang mau mengambilnya.

Penderitaan adalah bagian hidup manusia. Masa penahanan di kamp konsentrasi Jerman merupakan siksaan yang paling buruk dari yang terburuk. Ketika para orang Yahudi memasuki kereta yang ternyata sampai ke Auschwitz, mereka tidak pernah tahu bahwa haknya untuk hidup sebagai manusia direnggut. Pada saat mereka menyadarinya, keadaan menjadi hening, kemudian disusul dengan teriakan para petugas yang menyuruh mereka keluar. Mengambil harta benda dan pakaian mereka. Memisahkan mereka, antara yang mampu bekerja atau tidak. Jika tidak, maka akhir mereka adalah sebuah bangunan dengan cerobong asap hitam. Pembantaian. Viktor Frankl beruntung, atau tidak, ia masuk dalam jajaran pekerja paksa. Hari-hari yang dilaluinya dengan para tahanan tidak pernah baik, sebuah pengalaman yang mengerikan. Dengan kelaparan, kesakitan, dan mayat bergelimpangan tidak hanya menyiksa fisik namun menyayat mental.

Kilas hidup para tawanan memberi kita gambaran, betapa penderitaan mengintai hidup manusia tak peduli dari mana itu berasal. Di masa itulah terkadang manusia menanyakan mengenai keberadaan diri mereka. Bersamaan dengan penderitaan tersebut, adakah artinya? Frankl mengatakan jika hidup benar-benar memiliki makna, maka harus ada makna dalam penderitaan. Karena penderitaan tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ia juga berkata bahwa apapun bisa direnggut dari manusia kecuali kehendak bebasnya. Seburuk apapun suasana, seburuk apapun kondisi, respon manusia ada di tangannya. Ia memiliki wewenang untuk menentukan pilihan bagaimana ia akan bereaksi dan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Saya terkesan dengan sebuah cerita dalam buku ini. Kala itu seorang Rabi dari Eropa Timur datang kepadan Frankl membawa kisah sedihnya. Istri pertama dan enam anaknya meninggal di kamar gas. Kemudian istri keduanya seorang yang mandul. Rabi ini akan memandang dengan sudut pandang agamis, dari agama yahudi. Bahwa ia tidak memiliki anak laki-laki yang akan membacakan kaddish (doa kematian) saat ia mati kelak. Frankl berusaha untuk menanggapinya dengan tidak putus asa. Menanyakannya tentang apakah Rabi ingin menemui anaknya di surga nanti. Kemudian dijawab bahwa ia menganggap anaknya mati dalam keadaan tidak berdosa, sedang ia adalah orang tua yang penuh dosa sehingga tidak yakin akan menemui mereka kelak. Frankl berkata “Namun, Rabi, bisakah Anda memahami bahwa barangkali itulah makna hidup Anda, alasan Anda hidup lebih lama dari anak-anak Anda. Agar bisa disucikan melalui penderitaan panjang, sehingga Anda meskipun tidak tanpa dosa seperti anak-anak, Anda layak untuk bersama mereka di surga.” Kisah lain yang membuat saya tersentuh adalah ketika seorang lelaki yang sangat berduka atas kematian istrinya. Maka Frankl bertanya padanya, apakah yang akan terjadi bila ia yang terlebih dahulu meninggal daripada dia. Kemudin lelaki itu menjawab, pasti ia akan bersedih seperti yang ia alami saat itu. Frankl memberikan dia lebih banyak sudut pandang, bahwa penderitaan lelaki itu telah menebus penderitaan yang mungkin dialami istrinya. Istrinya bebas dari penderitaan, dan itulah makna dari penderitaan lelaki tersebut.

Prinsip yang mendasari teori logoterapinya adalah bahwa manusia hidup bukan untuk mencari kesenangan dan menghindari kesedihan, tetapi menemukan makna dalam hidupnya. Begitu banyak ketidakbahagiaan di dunia ini, orang tidak hanya tidak bahagia, tetapi semakin tidak bahagia mengetahui ketidakbahagiaannya. Karena itu biarlah penderitaan dan kebahagiaan itu ada, apabila itu tidak terhindarkan maka ambilah makna di baliknya. Jika terhindarkan, maka tidak perlu menempuhnya karena memilih penderitaan bukanlah tindakan kepahlawanan. Dalam banyak hal, penderitaan tidak lagi menjadi penderitaan ketika ia sudah menemukan maknanya, misalny sebuah pengorbanan.

Buku ini secara khusus saya rekomendasikan kepada orang-orang yang membutuhkan dukungan hidup. Untuk memberikan mereka gairah agar terus menemukan makna dan melanjutkan hidup mereka. Seperti yang seringkali terdengar, it is okay to not be okay, tidak apa-apa jika kamu sedang tidak baik-baik saja. Teruslah hidup, karena kamu berharga.

 

Judul                : Man’s Search For Meaning (Versi Indonesia)

Penulis             : Viktor Frankl

Penerbit           : Noura Publishing

ISBN                : 978-602-385-4165

Sinopsis           :

Viktor Frankl pernah berada di empat kamp kematian Nazi yang berbeda, termasuk Auschwitz, antara tahun 1942 dan 1945. Dia bertahan hidup, sementara orangtuanya, saudara laki-laki, dan istrinya yang tengah hamil akhirnya tewas dalam kamp.

Di dalam keganasan dan kekejian kamp, Frankl yang juga seorang psikiater belajar menemukan makna hidup. Menurutnya, kita tidak dapat menghindari penderitaan, tetapi kita dapat memilih cara mengatasinya, menemukan makna di dalamnya, dan melangkah maju dengan tujuan baru.

Teori Frankl, yang dikenal sebagai logoterapi, menjelaskan bahwa dorongan utama kita dalam hidup bukanlah kesenangan, tetapi penemuan dan pencarian dari apa yang secara pribadi kita temukan bermakna.

Banyak orang terinspirasi dari kisahnya dan menjadikan buku ini sebagai satu dari sepuluh buku paling berpengaruh di Amerika dan telah dicetak ulang lebih dari 100 kali dalam edisi bahasa inggris.


1 komentar untuk "Penderitaan dan Makna Hidup: Dari Buku Man’s Search For Meaning"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel