Tips Bermedsos Era Pandemi: Utamakan Bijak, Pasti Untung!

Oleh: Yenis Mei Aisyah

bisabaik.com – Di masa pandemi seperti sekarang, media sosial menjadi sesuatu yang diperhitungkan. Hal tersebut tak lepas dari akibat diterapkannya kebijakan agar kita tidak keluar rumah tanpa izin atau tanpa melakukan protokol kesehatan. Sehingga untuk mengisi luang dan menyudahi kebosanan, media sosial menjadi wadah alternatif yang paling andal. Baik itu untuk belajar secara online dari rumah, berjualan online dari rumah, bahkan untuk sekadar hiburan dan lain sebagainya.

Pixabay - Ilustrasi Bijak dalam Bermedia Sosial (Medsos) 


Media sendiri merupan sebuah alat penghubung antara kita, satu sama lain, agar dapat melakukan komunikasi. Bisa dengan media cetak seperti koran dan majalah. Bisa melalui media visual seperti televisi. Bisa menggunakan media audio seperti radio. Dan bisa juga dilakukan di media-media digital seperti yang sering kita gunakan dalam tablet pintar masing-masing.

Intimnya keberlangsungan kita terhadap kebutuhan media sosial di masa pandemi seperti sekarang, memberi dampak yang sangat beragam. Mulai dari yang baik hingga yang tidak baik-baik saja jika dibiarkan.  Baiknya ialah kita tetap bisa berkomunikasi dengan kerabat tanpa harus bertemu guna mencegah tersebarnya virus Covid-19. Kita juga tetap bisa berjualan secara online dari rumah. Belajar pun dapat dilakukan dari rumah secara online tanpa harus ke sekolah. Kita juga bisa membuat konten guna menghibur diri sendiri, lalu juga bisa dibagikan untuk menghibur orang lain. Pokoknya, di masa pandemi yang mengharuskan segala aktifitas sosial menjadi terbatas, dampak seperti demikian menjadi mulia sekali, bukan?

Akan tetapi di sisi kenyataan yang lain, media sosial tidak hanya sekadar menjadi solusi. Pada beberapa kejadian yang terekam secara digital di halayak para penggunanya, media sosial juga tak luput memberikan dampak negatif di tengah pagebluknya wabah Covid-19. Mudahnya bertukar kabar melalui media sosial mengundang berbagai pihak untuk memanfaatkannya. Dan yang paling disesali, beberapa pihak menggunakan kesempatan ini dengan kurang bijaksana. Alhasil tidak jarang kabar yang beredar di media sosial adalah kabar yang tidak baik. Kabar-kabar yang menjadikan dahi mengkerut keheranan. Mulai dari yang terjadi pada anak-anak yang masih sekolah, bahkan di tingkatan paling dasar. Hingga kabar tentang keseraman wabah Covid-19 yang bisa saja memberi trauma tersendiri bagi pendengarnya.

Kita mesti menyadari apabila masa anak hingga remaja merupakan masa yang harus diberi pengawasan ekstra, khususnya oleh orang tua. Karena jika tanpa pengawasan orang tua, mereka akan asik bermain gawai setelah sekolah online selesai. Dan pada usia mereka pula kerentanan terhadap resiko penyalah gunaan gawai sangat tinggi. Mereka bisa jadi menyalah gunakan media sosial ke hal-hal yang tidak baik jika orang tua lalai mengawasi anak-anaknya. Sehingga penggunaan media sosial yang terus menerus digunakan akan memicu terjadinya perubahan yang sewajarnya tidak terjadi. Seperti perasaan yang menganggap tidak perlu teman untuk bermain, karena sudah ada media sosial. Waktu untuk berkumpul dengan keluarga bisa saja terhalang karena selalu fokus terhadap media sosial. Dan seterusnya, dan seterusnya. 

Dampak negatif akan adanya media sosial juga bisa saja terjadi kepada kita, sebagai pengguna secara keseluruhan. Apabila tidak disikapi dengan bijak, kebebasan melanglang buanakan kabar pada media sosial dapat sedikit demi sedikit membangun kontruksi pemahaman baru pada diri kita. Hal ini tentu perlu sekali untuk diperhatikan dengan baik. Apabila yang beredar adalah kabar negatif, bisa saja akan menjadi konsumsi rutin bagi otak kita. Sehingga kesadaran diri akan menerima kabar tersebut seperti hal yang dapat dimaklumi begitu saja. Terlebih di tengah pandemi seperti sekarang. Kabar yang berpotensi melahirkan perspektif buruk akan menyebabkan penanganan pandemi semakin terhambat. Mulai dari rasa tidak percaya akan adanya pandemi akibat provokasi yang tidak jelas sumbernya. Hingga kecemasan sosial akan merebaknya kematian  akibat pandemi. Padahal apabila kita terima kabar secara menyeluruh, potensi meredahnya pandemi bisa semakin tinggi apabila diiringi dengan tingginya kepatuhan kita terhadap regulasi yang telah diadakan, khususnya protokol kesehatan. Tetapi keradaan kabar-kabar negatif di media sosial agaknya hanya akan menghambat penanganan Covid-19.

Dampak baik dan buruk dari media sosial di kala pandemi ini kemudian perlu diperhatikan dengan saksama. Kebutuhan akan manfaatnya yang banyak memberi solusi, perlu dimaksimalkan dan dioptimalkan. Sedangkan pada kasus dampak negatif, perlu sebisa mungkin untuk diminimalisir, bahkan kalau perlu agar kita cegah.

Lalu, bagaimana untuk menjadikan media sosial lebih bermanfaat di era pandemi seperti ini? Kita mesti bisa menjadi pelaku utama dalam memutar pola pikir. Agar media sosial yang sudah menjadi konsumsi tiap waktu, terisi dengan hal-hal yang menarik. Bukan sekadar agar orang lain senang melihat, lalu kemudian kita mendapatkan uang dari media sosial tersebut. Bukan. Akan tetapi sebuah isi untuk media sosial yang juga bermanfaat, mampu memberikan efek positif bagi siapa saja yang kelak akan menikmatinya. Terlebih dalam menyebarkan positive thinking akan usainya pandemi Covid-19. Kebermanfaatan media sosial yang mesti digalakkan adalah seperti dengan membuat channel YouTube, yang notabene merupakan wadah untuk mengunggah konten video. Kita bisa sekali untuk mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat, atau paling tidak mengunggah konten yang berisi kreasi-kreasi. Atau kita juga bisa memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk jualan online. Sehingga kreatifitas dan produktifitas kita tidak macet akibat hanya di rumah saja. 

Sebut saja orang-orang yang dengan tiba-tiba menjadi pesohor di dunia permedia-sosialan. Mereka tak lain adalah orang yang dengan media sosial dapat memanfaatkannya dengan baik. Mereka rela lelah untuk mengisi konten di media sosial. Jika konten mereka bagus dan menarik para pengguna, maka semakin banyak pula kemudian penghasilan yang didapat. Mulai dari YouTube, TikTok, bahkan Instagram. Apabila dapat menarik banyak pengunjung, mereka akan mendapatkan penghasilan. Bisa disebabkan oleh iklan, atau menjadi endorsmen. Terdengar menggiurkan, bukan?

Hal yang sama bisa saja terjadi pada masing-masing di antara kita. Apabila kita bisa bersemangat untuk menciptakan ide-ide baru yang kreatif, maka dampak baik suatu media sosial pun akan terjadi kepada kita. Lebihnya, semakin kita bersemangat untuk membuat konten, semakin kita bisa memetik manfaat dari konten tersebut. Bahkan orang-orang pun bisa menyebut kita sebagai konten kreator, apabila konten yang kita buat begitu menyegarkan.

Paling tidak kita dapat menggunakan media sosial agar tetap bermanfaat bagi pribadi dan orang lain dengan memerhatikan beberapa hal:
  1. Selalu menggunakan media sosial untuk kebutuhan penting dan bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain merupakan prinsip yang mesti ditanamkan dalam diri.
  2. Atur waktu-waktu atau jam tertentu dimana kita akan menggunakan media sosial dan dimana kita akan beraktifitas penting yang lainnya.
  3. Pastikan kita menebar manfaat di media sosial dengan memerhatikan kuantitas penggunanya, seperti YoutTube, TikTok, Instagram dan lain sebagainya. Agar kebermanfaatan dapat tersebar secara efektif efisien. 
  4. Membuat konten yang kreatif, edukatif, dan menyegarkan. Baik berupa seni ataupun sekadar hiburan di media sosial dalam rangka mengedukasi diri sendiri dan atau orang lain.
  5. Tetap jaga pola hidup yang sehat sebelum melakukan aktivitas di media sosial.

Nah, oleh sebab itu, sudah semestinya kita menggunakan media sosial, apalagi di era pandemi ini, dengan senantiasa mengoptimalkan sisi-sisi yang berdampak baik. Karena jika dari awal sudah berdampak baik, maka kita akan mendapatkan hasil yang baik pula dari media sosial tersebut. Jadi, tetap semangat meskipun pandemi belum berlalu, sebab masih banyak peluang dan jalan bagi kita untuk menebar karya dan hal-hal positif lainnya. 

1 komentar untuk "Tips Bermedsos Era Pandemi: Utamakan Bijak, Pasti Untung!"

  1. Yap, bermedia sosial memang harus bijak. Memang medsos itu netral, tapi kalau tidak tahu cara pakainya, bisa berbahaya juga :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel